Tanda kehadiran Imam Mahdi

TANDA-TANDA SEMAKIN DEKAT DIBAI’AT AL-MAHDI

Apabilah Khilafah Akhir Zaman Telah Tegak

Apabila Khilafah Akhir Zaman telah tegak itu sebagai tanda bahwa al-Mahdi akan di bai’at disisi Ka’bah, karena al-Mahdi tidak akan muncul sebelum tegaknya khilafah, karena status al-Mahdi di saat di baiat adalah sebagai khalifah, sehingga bagaimana di angkat menjadi khalifah jika khilafah tidak ada maka itu sebuah perkara mustahil. al-Mahdi akan dibaiat sebagai khalifah setelah khilafah muncul sebelumnya dari arah timur sebagaimana hadist :

“Akan keluarlah manusia dari Timur, mereka itu merintis kekuasaan (Pemerintahan) untuk Al Mahdi”
(HR. Ibnu Majah)

Dalil di atas sebagai bukti bahwa sebelum khalifah al-Mahdi dibaiat itu telah ada orang-orang dari timur yang merintis kekuasaan artinya khilafah sebelum munculnya Al-Mahdi. Sehingga dengan kuasa Allah telah didhahirkan Khilafah yang berasal dari timur pada tanggal 1 Ramadhan 1435 H (2014 M).

Apabila Meninggal Seorang Khalifah

Tanda-tanda semakin dekat di baiat Al-Mahdi adalah apabila meninggal seorang Khalifah di perbendaharaan Ka’bah, yaitu di Makkah sedangkan pemimpin perbendaharaan tersebut sekarang adalah raja saudi.

Persoalannya adalah Raja Saudi bukan Khalifah lalu kenapa dalam Hadist raja Saudi disebut sebagai Khalifah. Saudi mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin tanah suci kaum muslimin yang dalam Islam indentik dengan khilafah, akan tetapi ia berkhianat menjual amanah tersebut kepada zionis demi untuk kepentingan kekuasaannya.

Sehingga dalam hadist disebutkan setelah meninggal khalifah kemudian terjadi perebutan kekuasaan di antara putra khalifah. kemudian muncul pasukan Panji Hitam yang di antara pasukan tersebut juga ada khalifah. Artinya ada dua khalifah, satu khalifah pengkhianat dan satu khalifah yang mendapat petunjuk.

“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaan mu. Mereka semua adalah putra Khalifah. Tetapi tak seorangpun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka memerangi kamu dengan suatu peperangan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu. “Kemudian beliau Shallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal , lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di atas salju,karena dia adalah khalifah Allah yang mendapat petunjuk” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)

Maka di dalam hadist dijelaskan apabila meninggal seorang khalifah pengkhianat maka pada saat itu terjadi perebutan kekuasaan, maka pada waktu itu di bai’atlah Al-Mahdi.

“Akan terjadi perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah, saat itu keluarlah seorang penduduk Madinah (yaitu Imam Mahdi) lari ke Makkah, lalu ia didatangi oleh penduduk Makkah, mereka mengeluarkannya dari persembunyiannya sedangkan ia tidak suka, lalu mereka membai’atnya diantara Rukun dan Maqam Ibrahim…”
(HR. Abu Dawud)

Post ini telah dibaca sebanyak 141

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*